Libatkan Kontraktor, Konsultan Dan Pengembang Dalam Musrenbang Tematik Infrastruktur

Untuk pertama kalinya pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan Musrenbang) tematik infrastruktur dan kewilayahan melibatkan para kontraktor, pengembang dan konsultan. Dengan begitu bisa ikut berperan aktif dalam pembangunan tahun 2021 mendatang,” urai Wali Kota Habib Hadi dalam sambutannya di acara musrenbang tematik.

Kegiatan yang digelar Kamis pagi (6/2) di ruang Mojopahit Bale Hinggil itu diikuti 100 peserta meliputi Kepala KSOP, Direktur DABN, Direktur Pelindo, Kepala Stasiun, Kadin, kontraktor,konsultan perencana dan kontraktor se- Kota Probolinggo.

Hadir Pula Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri, Kepala Bappeda Rey Soewigtyo, serta narasumber dari Ikatan Ahli Perencana wilayah Jawa Timur.

Wali kota juga menuturkan jika dalam musrenbang tematik melibatkan berbagai unsur. Seperti penyandang disabilitas, petani, nelayan, perwakilan perempuan dan anak serta perwakilan masyarakat lainnya.

Untuk mendukung pembangunan tahun 2021 tema yang diangkat, penyiapan dan penyediaan infrastruktur guna meningkatkan daya saing wilayah. Untuk itu wali kota meminta peserta bisa menyampaikan aspirasi, saran dan masukan agar sesuai dengan harapan masyarakat.

“Hal ini sejalan dengan visi misi kami, membangun bersama rakyat. Daya saing wilayah menunjukkan kemampuan suatu wilayah menciptakan nilai tambah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Semakin tinggi daya saing, maka semakin tinggi pula kesejateraan masyarakatnya,” imbuhnya.

Menurut Habib Hadi, guna mendukung daya saing wilayah akan melakukan beberapa hal. Diantaranya, memetakan potensi daerah, memperkuat infrastruktur dan SDM. Menciptakan inovasi produk dan mendorong ekonomi rakyat dengan penggunaan produksi lokal.

“Kesiapan kapabilitas pemerintah daerah perlu didukung oleh peningkatan kemampuan dalam mengelola keuangan daerahnya. Begitu pula kualitas SDM perlu dipersiapkan sehingga anggaran APBD dapat dikelola dengan efektif dan secara bertahap dapat membangun daya saing,”jelasnya.

Selanjutnya peserta menerima materi dari narasumber, Firman Afrianto Ketua II ikatan ahli Perencanaan wilayah Jatim. Lalu dibentuk kelompok untuk menyampaikan aspirasi, saran dan masukannya.