Kampung DORA Juarai Lomba Kampung Tematik

Kampung Donor Darah (Dora) di Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan berhasil menjadi juara dalam lomba kampung tematik gelaran Bappeda Litbang Kota Probolinggo. Kampung ini berhasil mengalahkan 29 kelurahan lain yang juga punya inovasi-inovasi menarik.

Posisi kedua setelah Kampung Dora, diduduki Kampung Seni Kelurahan Jati; disusul juara III adalah Kampung Berkelas Kelurahan Pakistaji. Sedangkan juara harapan I Kampung Pesan Dimas, Kelurahan Jrebeng Wetan; lalu Kampung Rerere Kopian Barat, Kelurahan Ketapang dan Kampung Inggris Wisata Benteng di Kelurahan Mayangan.

Lomba kampung tematik yang masuk dalam program kerja 99 hari Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri ini diharapkan menjadi penyemangat demi Kota Probolinggo lebih maju.

“Secara bertahap akan ditindaklanjuti, ada pendampingan dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Ada bantuan dana insentif kelurahan untuk kampung tematik,” ujar Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo, saat penganugerahan kampung tematik, Jumat (28/6) malam di halaman kantor wali kota.

Lomba kampung tematik adalah sebuah kegiatan kompetisi perancangan kawasan yang dilakukan secara partisipatif oleh masyarakat. Tujuannya untuk mewujudkan kreasi perancangan kawasan yang mencirikan kekhasan lokal melalui mekanisme perencanaan partisipatif; meningkatkan kualitas lingkungan rumah tinggal masyarakat melalui pemberdayaan swadaya masyarakat; meningkatkan perekonomian lokal dengan menggali potensi ekonomi kemasyarakatan.

Tahapan panjang penilaian kampung tematik diawali dari sosialisasi – pendaftaran peserta – bimtek peserta – penyusunan proposal – penilaian proposal dan paparan peserta – implementasi proposal dan penilaian kunjungan lapangan. Dewan juri kegiatan ini antara lain Ikhsan Mahmudi dari Lembaga Pengkajian Kebijakan Publik Jatim, GM Radar Bromo HA Suyuti, Firman Soelijanto dari USAID IUWASH Koordinator Probolinggo, Sudarmanto dari Forum CSR, dan Fatur dari KotaKU.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin yang hadir malam itu berharap, kampung tematik dapat menjadi sarana menguatkan komitmen dalam mengembangkan kreativitas dan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas lingkungannya secara swadaya. Terutama untuk mengangkat potensi dan kearifan lokal lingkungan setempat, sehingga bisa menjadi tujuan wisatawan yang berkunjung ke Kota Probolinggo.

Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen memberikan ruang keterlibatan yang semakin terbuka luas bagi masyarakat untuk bersama-sama merealisasikan cita-cita pembangunan sejak fase perencanaan yang berbasis masyarakat, dan untuk mewujudkan ruang kampung berciri khas yang berkelanjutan oleh masyarakat yang lahir dari gagasan kreatif komunitas.

“Bagi kelurahan yang berhasil meraih juara, saya ucapkan selamat dan jangan berpuas diri, terus berbenah untuk menjadi lebih baik. Bagi kelurahan yang belum meraih juara janganlah berkecil hati dan menyerah, teruslah berusaha dan meningkatkan partisipasi untuk menjaga kualitas lingkungan karena bahwasanya Pemerintah Kota Probolinggo membutuhkan peran masyarakat untuk ikut berpartisipasi melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun pemerintah sehingga bisa bermanfaat lebih lama,” kata wali kota.

Habib Hadi pun meminta OPD agar terus melakukan pembinaan dan pendampingan pada kampung-kampung tematik yang telah terbentuk agar senantiasa terjaga keberlanjutannya. oleh karena itu kegiatan ini akan diselenggarakan secara rutin setiap tahun.

“Camat dan lurah saya minta agar senantiasa mendorong dan menggerakkan partisipasi masyarakatnya dalam pelaksanaan pembangunan di lingkungan masing-masing. Lomba ini sebagai perwujudan janji-janji politik saya pada masyarakat untuk diimplementasikan dalam program 99 hari kerja sebagai salah satu wujud inovasi daerah untuk memberikan rasa aman dan nyaman serta sebagai upaya menciptakan kondisi lingkungan yang lebih baik,” jelas oranag nomor satu di Kota Probolinggo ini.

“Sekecil apapun (upaya yang dilakukan) apabila saling mengisi satu sama lain, insyaallah bermanfaat. Perjalanan program pemerintahan tidak semudah yang dibayangkan masyarakat. Di tengah jalan merubah kebijakan tidak bisa karena harus dibahas tahun sebelumnya, tidak bisa diubah sewaktu-waktu. Saya yakin masyarakat Kota Probolinggo punya kesamaan untuk membawa Kota Probolinggo lebih baik. Kami ingin betul-betul mewujudkan dalam perjuangan politik untuk mewujudkan pengabdian kepada masyarakat. Mudah-mudahan berjln lancar sesuai harapan kita bersama,” imbuhnya.

Mantan anggota DPR RI ini juga berharap masyarakat punya semangat untuk kegiatan positif, berkolaborasi tiap tahun untuk mengembangkan potensi lokal yang ada agar punya daya saing positif. (famydecta/humas)