Implementasi MDGs Di Kota Probolinggo

Millennium Development Goals (MDGs) dicanangkan pada tahun 2000 oleh PBB melalui Resolusi Majelis Umum PBB No. 55/2. Indonesia pada masa kepemimpinan Abdurrahman Wahid termasuk salah satu negara yang ikut menandatangani Millennium Declaration sebagai cikal bakal MDGs. MDGs mencakup 8 tujuan dan 21 target. Pada prinsipnya setiap target MDGs disepakati di tingkat global namun masih bersifat dinamis sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhkan pembangunan yang melekat di setiap tujuan.

MDGs sebagai dokumen kesepakatan global akan berakhir tahun 2015, namun upaya meneruskan pencapaian MDGs tidak berhenti. Pada tanggal 25-27 September 2015, dilakukan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memutuskan bahwa Program Abad Millennium (MDGs) itu secara resmi dianggap selesai dan mendeklarasikan kelanjutan dari Pembangunan Abad Millennium MDGs yakni Sustainable Development Goals (SDGs) untuk masa lima belas tahun yang mendatang. Pada saat itu, Indonesia diwakilkan oleh Bapak Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

Dokumen SDG sebenarnya sudah disepakati di New York, pada 2 Agustus 2015 pukul 18.26. Ketika itu, sebanyak 193 negara anggota PBB mengadopsi secara aklamasi dokumen berjudul Transforming Our World : The 2030 Agenda for Sustainable Development atau Mengalihrupakan Dunia Kita : Agenda Tahun 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan . Dokumen SDGs tersebut terdiri dari 17 tujuan (goals) terbagi menjadi 169 target dan sekitar 300 indikator. Ukuran atau indikator ini sesuai kebutuhan masing-masing negara dan masih dalam proses pembahasan.

Ini semua adalah kelanjutan dari apa yang sudah dibangun pada MDG. Ada 5 pondasi dari SDG yaitu (manusia, planet, kesejahteraan, perdamaian, dan kemitraan).

Tujuan pertama : (memiliki 7 target) yakni mengakhiri segala bentuk kemiskinan di manapun.

Tujuan kedua (8 target), yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi, serta mendorong pertanian yang berkelanjutan.

Tujuan ketiga (13 target), yakni menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.

Tujuan keempat (10 target) yakni menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang.

Tujuan kelima (9 target) yakni menjamin kesetaraan gender serta memberdayakan seluruh wanita dan perempuan.

Tujuan keenam (8 target), yakni menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua orang.

Tujuan ketujuh (5 target) yakni menjamin akses energi yang terjangkau, terjamin, berkelanjutan dan modern bagi semua orang.

Tujuan kedelapan (12 target) yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus, inklusif, dan berkelanjutan, serta kesempatan kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua orang.

Tujuan kesembilan (8 target) yakni membangun infrastruktur yang berketahanan, mendorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan serta membina inovasi.

Tujuan kesepuluh (10 target) yakni mengurangi kesenjangan di dalam dan antar negara.

Tujuan kesebelas (10 target) yakni menjadikan kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, berketahanan dan berkelanjutan.

Tujuan keduabelas (11 target), yakni menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.

Tujuan ketigabelas (5 target) yakni mengambil tindakan mendesak untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya.

Tujuan keempatbelas (10 target) yaitu melestarikan dan menggunakan samudera, lautan serta sumber daya laut secara berkelanjutan untuk pembangunan berkelanjutan.

Tujuan kelimabelas (12 target) yaitu melindungi, memperbarui, serta mendorong penggunaan ekosistem daratan yang berkelanjutan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi penggurunan, menghentikan dan memulihkan degradasi tanah, serta menghentikan kerugian keanekaragaman hayati.

Tujuan keenambelas (12 target), yaitu mendorong masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses keadilan bagi semua orang, serta membangun institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif di seluruh tingkatan.

Tujuan ketujuhbelas (19 target) yaitu memperkuat cara-cara implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.

PENCAPAIAN MDGs KOTA PROBOLINGGO

Millenium Development Goals (MDGs) merupakan komitmen nasional dan global dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengurangan kemiskinan dan kelaparan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, kesehatan dan kelestarian liangkungan. Adapun arah pembangunan yang disepakati secara global dan ditetapkan dalam pelaksanaan MDGs meliputi 8 (delapan) tujuan, 18 (delapan belas) target dan 60 (enam puluh) indicator.

Bappeda Kota Probolinggo melaporkan bahwa pada tahun 2014 secara umum pencapaian MDGs memperlihatkan hasil yang bagus. Berikut adalah pencapaian MDGs di Kota Probolinggo :

Telah Dicapai

NO INDIKATOR NASIONAL PROPINSI JATIM KOTA PROBOLINGGO
A Indeks kedalaman kemiskinan n/a 2,03 0,86
B Rasio kesempatan kerja thd pendd 15 thn n/a 73,29 95,92
C Proporsi TK yg brusaha sendiri dan pekerja bebas keluarga thd total kesempatan kerja n/a 33,8 14,26
D Prevalensi balita gizi buruk 3,6 2 2,1
E Prevalensi balita gizi kurang 11,9 8,2 11,02
F APM SD/MI 100 98,21 101,97
G Angka Melek Huruf15-24 tahun 100 100 100
H Rasio APM Perempuan/laki-laki SD 100 n/a 100,27
I Rasio APM Perempuan/laki-laki SMP 100 n/a 101,85
J Rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki usia 15-24 tahun 100 n/a 100
K Kontribusi perempuan dalam pekerja upahan di sector non pertanian n/a n/a 20,3
L AKABA per 1000 kelahiran 32 n/a 1,31
M Angka pemakaian kontrasepsi/ CPR bagi perempuan menikah usia 15-49 tahun 70 n/a 71,45
N Prevalensi HIV/AIDS (%) dari total populasi <1 n/a 0,011
O Angka kejadian malaria n/a n/a 0
P Tingkat kematian malaria n/a n/a 0
Q Proporsi Anak Balita dengan demam yang diobati dengan obat anti malaria n/a n/a 100
R Angka kejadian Tuberkolosis/TB Paru (semua kasus/ 100.000 penduduk/tahun) n/a 79 131
S Tingkat prevalensi Tuberkolosis/TB Paru (per 100.000 penduduk) n/a n/a 43,53
T Tingkat kematian tuberkolosis n/a n/a 0,03
U Proporsi kasus tuberkolosis yang diobati dan sembuh dalam program DOTS 85 n/a 97
V Rasio kawasan tertutup pepohonan berdasarkan hasil pemotretan citra satelit dan survey foto udara terhadap luas daratan n/a n/a 14,25
W Proporsi tangkapan ikan yang berada dalam batasan biologis yang aman >80 n/a 91,9
X Proporsi RT dengan akses berkelanjutan terhadap air minum layak 75,29 n/a 83,9

Ket : n/a = no answer

Sedang / Menuju Pencapaian

NO INDIKATOR NASIONAL PROPINSI JATIM KOTA PROBOLINGGO
A APM SMP 100 98,21 97,33
B Proporsi kelahran yang ditolong oleh tenaga medis 98 n/a 93,80
C Cakupan pelayanan antenatal seditnya 1 kali kunjungan 100 n/a 97,71
D Cakupan antenatal sedikitnya empat kali kunjungan 99 n/a 94,01
E Proporsi RT dengan akses berkelanjutan terhadap sanitasi layak (perkotaan) 76,82 n/a 74,5

Ket : n/a = no answer

Jauh dari Pencapaian

NO INDIKATOR NASIONAL PROPINSI JATIM KOTA PROBOLINGGO
A Laju pertumbuhan PDB per tenaga kerja n/a 17,06 7,09
B Rasio APM Perempuan/laki-laki SMA 100 n/a 88,34
C Porsi kursi yang diduduki perempuan di DPR n/a n/a 16,67
D AKB per 1000 kelahiran 23 n/a 24,59
E Prosentase anak usia 1 tahun yang di imunisasi campak n/a n/a 82,76
F AKI per 100.000 kelahiran hidup 102 n/a 209,5
G Proporsi penduduk HIV lanjut yang memiliki akses pada obat-obatan antiretroviral n/a 49,1 31
H Proporsi jumlah kasus Tuberkolosis yang terdeteksi dalam program DOTS 70 n/a 41
I Proporsi RT tangga kumuh perkotaan 6 n/a 8,24

Ket : n/a = no answer

Berdasarkan laporan diatas menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Kota Probolinggo terkait pencapaian target MDGs. Dengan berakhirnya MDGs pada tahun 2015 ini dan segera di deklarasikannya SDGs 2015-2030 maka Pemerintah Kota Probolinggo perlu bekerja keras untuk mencapai target-target yang diinginkan demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Evaluasi secara menyeluruh terhadap berbagai strategi pelaksanaan program masing-masing SKPD dalam rangka mewujudkan tercapainya sasaran pembangunan millennium sudah dilaksanakan. Namun, dengan masih banyaknya indicator-indikator yang perlu/ masih jauh dari target pencapaian menunjukkan bahwa masih kurangnya komitmen, koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan dalam mencapai target MDG’s.

PERSIAPAN KOTA PROBOLINGGO DALAM MENYAMBUT SDGs

Konsep Sustainable Development atau pembangunan yang berkelanjutan sebenarnya sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo. Hal ini sesuai dengan Visi Pembangunan Kota Probolinggo Tahun 2014-2019 yakni “ProbolinggoKota Jasa Berwawasan Lingkungan Yang Maju, Sejahtera dan Berkeadilan”. Ini merupakan suatu komitmen dan konsistensi dari Walikota Probolinggo terhadap pembangunan di Kota Probolinggo.

Salah satu kegiatan pembangunan yang menggunakan konsep Sustainable Development di Kota Probolinggo adalah SymbioCity. SymbioCity adalah suatu pendekatan pembangunan perkotaan berkelanjutan/ Sustainable Urban Development yang dikembangkan pemerintah Swedia berdasarkan pengalaman pembangunan perkotaan di Swedia. SymbioCity untuk mewujudkan suatu perkotaan yang dilengkapi jaringan sarana prasarana terintegrasi yang operasionalisasinya menggunakan sumber energy terbarukan sehingga ramah lingkungan dan menghemat biaya operasional.

Selain itu beberapa contoh dari pembangunan berkelanjutan sederhana yang telah dilakukan di Kota Probolinggo adalah mulai diberlakukannya peraturan dan kebijakan pemerintah daerah yang memprioritaskan lingkungan pembangunan infrastruktur hijau perkotaan seperti pembangunan taman/ ruang terbuka hijau, car free day, dan lain-lain.

PENUTUP

Pembangunan yang tidak hanya terpaku pada angka-angka tapi juga memperhatikan kualitas. Untuk itu perlu komitmen serius dari Pemerintah Kota Probolinggo dalam agenda pembangunan yang akan disepakati nanti, sehingga hasil pembangunan bisa nikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

SARAN REKOMENDASI

Melihat adanya target MDGs yang belum tercapai di Kota Probolinggo, bisa jadi dikarenakan kurangnya persiapan dan komitmen dari pemerintah. Hal ini bisa terlihat dengan tidak disusunnya RAD MDGs Kota Probolinggo. Sedangkan RAD MDGs merupakan hal yang sangat penting dalam upaya percepatan pencapaian sasaran MDGs karena didalamnya memuat rencana aksi yang jelas, operasional, dan selaras dengan kebijakan nasional namun sesuai dengan kondisi dan permasalahan serta kemampuan daerah. Dalam Rencana Aksi memuat tujuan prioritas dan strategis, payung hukum yang diperlukan, mobilisasi pembiayaan yang dibutuhkan, dan kelembagaan permanen yang mencerminkan keterlibatan dari semua pemangku kepentingan

Dalam rangka pencapaian SDGs, Pemerintah Kota Probolinggo perlu melakukan pengawasan, baik terhadap metode pelaksanaan maupun sistem pendataan. Pengawasan perlu dilakukan terutama terhadap tujuan MDGs yang masih Jauh dari Pencapaian. Instansi terkait perlu melakukan strategi guna mencapai tujuan dari SDGs.

 

DAFTAR ISI

BAPPEDA Kota Probolinggo. 2015. Laporan Capaian Millenium Development Golas (MDGs) Kota Probolinggo Tahun 2015. Penerbit Pemerintah Kota Probolinggo

Griggs, D. 2013. From MDGs to SDGs: Key challenges and opportunities. Jerman : Monash Sustainability Institute. http://sustainabledevelopment.un.org/content/documents/3490griggs.pdf. 20 Mei 2014

http://www.academia.edu/8593876/SDGs_Sustainable_Development_Goals_Period_2015-2030_Created_by_United_Nations

http://berkas.dpr.go.id/pengkajian/files/buku_lintas_tim/buku-lintas-tim-public-12.pdf

http://citiscope.org/story/2014/comparing-mdgs-and-sdgs

Pemerintah Kota Probolinggo. 2014. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Probolinggo Tahun 2014-2019. Pemerintah Kota Probolinggo. Vini Nuryaningsih, SE

×

Apakah anda mempunyai pertanyaan?

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp atau mengirim email kepada kami bappedalitbang@probolinggokota.go.id

× LAYANAN ONLINE