SMART CITY CONCEPT, A DIGITAL TECHNOLOGY FOR THE CITY PEOPLE

Dalam Visi Kepala Daerah Kota Probolinggo dan dengan adanya wacana smartcity di Kota Probolinggo, di mana konsep smartcity disebut sebagai kota pintar ini adalah konsep yang mengetengahkan sebuah tatanan kota cerdas yang bisa berperan dalam memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat dan tepat. Selain itu, konsep kota pintar ini juga memang dihadirkan sebagai jawaban untuk pengelolaan sumber daya secara efisien. Bisa dikatakan, konsep kota cerdas ini adalah integrasi informasi secara langsung dengan masyarakat perkotaan.
Banyak yang bisa dikembangkan pada apa yang disebut smartcity tersebut, tentunya juga selain kearifan lokal harus juga diperkirakan produk apa yang cocok sebagai pengenal awal kepada masyarakat kota probolinggo secara umum. Sisi SDM kebanyakan, kebutuhan masyarakat serta infrastruktur pendukung termasuk harus juga diperhitungkan.
Sebagai tindak lanjut konsep kota cerdas inilah, penulis mengetengahkan judul “Smart City Concept, A Digital Technology For The City People”.
Smart City
Menurut Wikipedia, Definisi Smart City adalah “A smart city (also smarter city) uses digital technologies to enhance performance and well being, to reduce costs and resource consumption, and to engage more effectively and actively with its citizens. Key ‘smart’ sectors include transport, energy, healthcare, water and waste.”
Secara terminologi, definisi dari Smart City itu begitu luas mencakup berbagai macam keseluruhan teknologi digital yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan, mengurangi biaya dan sumber konsumsi, dan dapat meningkatkan interaksi aktif antara kota dan warganya secara efektif. Hal tersebut juga termasuk transportasi, energi, kesehatan, air dan limbah pembuangan. Perlu digaris bawahi juga, menurut saya penerapan dari teknologi ini akan sangat bervariasi dan sangat bisa diterapkan pada semua aspek, terutama interaksi antara warga kota dengan pemerintah, maupun antara warga kota dengan warga kota lainnya. Penerapan tersebut dimaknai secara luas selama tujuan akhir dari smart city ini bisa tercapai dengan baik dan tepat.
Dari definisi smart city tersebut, mungkin dapat diambil pokok pikiran yaitu unsur-unsur smart city diantaranya Teknologi,Manusia/Warga, Efisien, Efektif, Pintar, Jaringan, Berkelanjutan, Kompetitif dan Partisipasi.
Unsur-Unsur tersebut sangat dibutuhkan untuk menyebut sebuah kota merupakan kota yang smart. Tanpa adanya teknologi, warga kota masih akan menggunakan cara manual yang tentunya tidak efisien dan efektif. Teknologi tersebut juga membutuhkan jaringan bergerak aktif dari manusia itu sendiri termasuk teknologi yang diterapkan. Teknologi ini harus berkelanjutan baik dalam hal pengembangan maupun penerapan teknologi baru yang mendukung teknologi lama. Teknologi ini harus kompetitif mengingat begitu banyak kota yang menerapkan ini sehingga terkadang ada teknologi yang sama namun ada perbedaan pada aplikasi dan penerapannya. Kesemuanya tersebut tidak akan berarti jika tidak ada peran aktif antara pemerintah dan warga kota sebagai komponen utama dalam penerapan smart city tersebut.
IDE/KONSEP
Penulis mengetengahkan konsep sebagai berikut :
1. System Interaksi antara warga kota dengan kelurahan;
2. System Chatting antara warga kota.
Dua konsep tersebut penulis pandang perlu untuk diterapkan sebagai layanan antara pemerintah dan warganya serta interaksi yang saling menguntungkan antara warga kota probolinggo pada umumnya.
System Interaksi warga dan kelurahan ( The People and The Government)
Penulis mengetengahkan ide ini melihat aplikasi SIAKEL yang sudah berjalan pada tingkat kelurahan. Dengan system interaksi ini, diharapkan informasi di tingkat kelurahan, kecamatan bahkan instansi di atasnya terutama yang berhubungan dengan layanan publik dapat segera ditangani secara cepat dan efisien.
Gambaran detail system ini ada dua, yaitu sebuah sms gateway dan system aplikasi untuk interaksi antara warga kota dan kelurahan, baik pengaduan layanan publik serta proses penanganan pengaduan; serta progress dari pengajuan layanan yang sudah diajukan warga baik di tingkat kelurahan maupun di atasnya cukup hanya menggunakan aplikasi tersebut baik melalui aplikasi pintar kelurahan ataupun sms gateway yang ada di setiap kelurahan. Tak lupa pula, warga dapat menyampaikan usul saran terhadap layanan publik di kota probolinggo melalui aplikasi ini sehingga perkembangan dan pemanfaatan smart city bisa semakin maju serta dapat dimanfaatkan dengan baik.
Sebagai contoh, misal ada seorang warga mengajukan layanan di kelurahan. Progress tersebut bisa diinformasikan melalui aplikasi dan media sms yang dikirim oleh sebuah sms gateway. Warga dapat login pada aplikasi tersebut melihat status layanannya. Jika memiliki kendala, warga dapat mengadukannya agar segera ditangani. Proses penanganan sampai penyelesaiian harus ada progress baik melalui aplikasi maupun pengiriman sms oleh system sms gateway. Yang menangani per-layanan tersebut, baik pengajuan layanan, pengaduan, dan pengajuan usul saran harus diinformasikan personalnya di tingkat kelurahan; apakah lurah atau sekretaris lurah ataupun pegawai kelurahan. Hal ini dimaksudkan bahwa layanan tersebut memang benar-benar ditangani oleh petugas/pejabat yang berwenang.
System Chatting (The Probolinggo Chatting)
Pada teknologi ini diperlukan sebuah server sebagai server chatting antara warga kota. Pada aplikasi ini dimungkinkan warga saling berkomunikasi menguntungkan. Teknologi ini bisa dimanfaatkan oleh Online Shop, Komunitas Warga, Koordinasi setingkat RT/RW, kegiatan warga baik tingkat RT/RW maupun lebih atas lagi. Bisa juga dimanfaatkan oleh Komunitas Sekolah, baik antar siswa satu sekolah, antar siswa antar sekolah, antar guru/tenaga pendidikan satu sekolah maupun antar sekolah. Aplikasi ini sangat bisa dimanfaatkan oleh tenaga terampil untuk saling berinteraksi menjalin komunikasi yang bisa menguntungkan seperti mendapat pekerjaan, lowongan, freelance dan lain sebagainya. Apalagi untuk bidang UKM dan sejenisnya, bisa memanfaatkan teknologi aplikasi ini demi pengembangan usahanya.
Diperlukan system server yang handal serta stabil tentunya dengan konsep matang di sisi konfigurasi agar penanganan ketika ada bug pada saat penggunaan bisa tertangani dengan baik. Tentunya tetap TIM IT yang bisa menangani masalah server, utamanya server chatting dengan baik. Aplikasi ini bisa berjalan secara desktop cross platform maupun secara mobile (penggunaan smartphone). Melihat fenomena smartphone yang selalu dipakai semua kalangan, maka konsep ini sangat mungkin untuk dijalankan tentunya dengan dukungan pemerintah dan partisipasi warga kota secara besar.
Dalam perkembangannya, dibutuhkan bandwith memadai di sisi server dan sisi client. Mungkin di sisi server bisa dikatakan tertangani dengan baik, melihat tenaga terampil dari Kota Probolinggo sendiri sangat banyak untuk diberdayakan. Sedang, untuk di sisi client membutuhkan bandwith terjangkau. Bahkan, untuk menyiasati bandwith di sisi client, bisa digunakan WIFI dari pemerintah, yang penulis tahu sudah banyak titik-titik hotspot untuk online di kota probolinggo sendiri. Mungkin hanya perlu menambah titik-titik hotspot gratis di Kota Probolinggo agar partisipasi aktif warga kota semakin menyeluruh.
Diharapkan, dengan ide konsep di atas bisa diterapkan tentunya dengan pembahasan yang berkelanjutan oleh stake holder terkait, baik di pihak pemerintah maupun pihak yang mendukung pembangunan system tersebut. Dengan adanya konsep matang, perkiraan bug, sumber daya yang memadai serta rencana pengembangan ke depan; diharapkan konsep smart city benar-benar bisa diaplikasikan dan dimanfaatkan oleh sebagian besar warga kota probolinggo pada khususnya, dan masyarakat luar probolinggo pada umumnya. Yudi Susanto, S.Kom
×

Apakah anda mempunyai pertanyaan?

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp atau mengirim email kepada kami bappedalitbang@probolinggokota.go.id

× LAYANAN ONLINE