Optimalisasi Pembangunan Kesehatan Masyarakat

PDF | Print |

Masalah kesehatan selalu menjadi perhatian dalam setiap pembangunan. Hal tersebut terlihat dari program tujuan pembangunan yang selalu menjadikan kesehatan sebagai salah satunya. Sama halnya dengan Milennium Development Goals (MDGs) yang telah berakhir pada tahun 2015, dan digantikan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), hidup sehat menjadi salah satu tujuan dalam pembangunan.


“Di dalam SDGs telah ada beberapa target dan indikator yang harus dicapai oleh pemerintah daerah dalam upaya peningkatan kesehatan yang diharapkan akan tumbuh motivasi dan inovasi kegiatan dalam mengatasi permasalahan-permasalahan kesehatan yang ada,” kata Wali Kota Probolinggo, Rukmini.


Dia pun sangat menyayangkan masih banyak permasalahan kesehatan yang ada di Kota Probolinggo. “Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih tinggi, bayi ada bayi/balita dengan gizi buruk, dan rendahnya cakupan kontrasepsi,” katanya.


Selain itu, permasalahan yang ada di Kota Probolinggo, tidak semua daerah/kecamatan dinyatakan bebas buang air besar (BAB) sembarangan. “Masih banyak warga yang BAB di sungai, atau gali lubang tutup lubang yang termasuk pencemaran lingkungan,” jelasnya.


Padahal, Pemkot Probolinggo telah mempunyai program Si Inol Aja (Sistem Inovasi Layanan Arisan Angsuran Jamban), yakni kredit/angsuran dari setiap warga untuk membangun jamban. Wali kota mengklaim dengan sistem ini kebiasaan warga untuk BAB di sungai mulai berkurang karena adanya jamban di rumah.
Permasalahan lainnya adalah kebutuhan air bersih. “Memang di Kota Probolinggo ini tidak sulit untuk menemukan mata air/membuat sumur, tapi bila melihat kebiasaan dari warganya yang BAB sembarangan tentunya kebersihan air akan dipertanyakan,” kata wali kota.


Perlu diketahui, sumber air dan pembuangan kotoran harusnya berjarak 10 meter. “Akan lebih baik warga memasang PDAM yang tentunya kebersihan airnya terjamin,” sambung Rukmini.


Untuk mendiskusikan masalah-masalah tersebut, maka Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) mengadakan “Seminar Optimalisasi Pembangunan Kesehataan Dalam rangka Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Kota Probolinggo, Rabu (29/11) di Hall Bayuangga, Hotel Bromo View.


“Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan komitmen atau perhatian stakeholders akan pentingnya pelaksanaan kebijakan SDGs di Kota Probolinggo,” kata Dwi Agustin Pudji Rahaju, Kabid Ekonomi, Pembangunan Manusia dan Sosial Budaya.


Seminar ini dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Probolinggo, rumah sakit negeri dan swasta, puskesmas, perusahaan, organisasi profesi, dan lembaga masyarakat. Narasumber dari Bappeda Provinsi Jawa Timur, Perwakilan UNICEF, dan Dinas Kesehatan Kota Probolinggo. (hariyantia/humas)