Menghadirkan Air Mancur Menari di Glaser

PDF | Print |

 

Keberadaan air mancur menari di beberapa kota di Indonesia sudah menjadi landmark. Surabaya dan Purwakarta merupakan kota yang telah sukses membangun air mancur menari, dan mampu menjadi daya tarik wisata baru. Bagaimana dengan Kota Probolinggo?

Wali Kota Rukmini memastikan, air mancur menari juga akan segera dibangun di Kota Probolinggo. “Bank Jatim melalui program CSR (corporate social responsibility) telah sepakat untuk membangun air mancur menari di Bundaran Gladak Serang. Nanti akan diatur bagaimana musiknya, akan disesuaikan dengan gerakan air mancur. Saya sangat berterima kasih atas komitmen perusahaan-perusahaan melalui program CSR. Program ini sangat membantu pembangunan di Kota Probolinggo, karena tidak semua program pembangunan bisa tercover APBD Kota Probolinggo,” tegas Wali Kota. 

Wali Kota juga mengingatkan agar perusahaan komitmen dalam menyerahkan 1,5 persen dari keuntungan bersih perusahaan kepada forum CSR Kota Probolinggo. Hal ini disampaikan Rukmini saat membuka sosialisasi sinergitas pendanaan CSR dengan prioritas pembangunan Kota Probolinggo. Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Hotel Bromo View tersebut dilaksanakan pada Rabu (29/11). 

Wali Kota mempersilahkan perusahaan khususnya perbankan untuk menyalurkan dana CSR dengan memperbaiki fasilitas transportasi di Kota Probolinggo. “Kita punya halte-halte yang kondisinya perlu perbaikan. Saya ingin halte-halte itu diperbaiki, nanti silahkan tulis nama perusahaan yang memperbaiki di halte tersebut. Setidaknya bisa jadi media promosi,” pinta Rukmini. 

Rukmini juga menyinggung soal CSR PT. KTI. “Dulu KTI CSR nya dengan membagi sembako. Kedepan mereka harus lebih peduli dengan masyarakat sekitar. Rencananya, KTI akan mengkhususkan untuk membantu Kampung DOK, di mana saat hujan, mereka tergenang air karena posisi tanah yang rendah,” ujarnya. 

Kepala Bidang Perencanaan, Pembiayaan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Bappeda Litbang Kota Probolinggo, Fajar Purnomo menjelaskan tujuan dari sosialisasi tersebut. “untuk mensinergikan program pembangunan dan CSR. Keberhasilan program CSR akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat Kota Probolinggo,” ujar Fajar. (abdurhamzah/humas)